Uncategorized

Bersantai di Pinggiran Area Sungai Brantas, Ploso

Bersantai di Pinggiran Area Sungai Brantas

Saya sangat suka melihat pemandangan. Entah itu di bawah laut hingga ke puncak gunung, semua yang saya nikmati. Bahkan hanya dengan melihat pepohonan yang terbentang di sepanjang jalan membuat hatimu terasa nyaman. Seringkali karena itu, saya menghabiskan banyak waktu berlibur melihat pemandangan, bahkan jika itu hanya adegan di rumah. Saksikan burung-burung terbang, dengarkan sungai dan rasakan semilir angin pagi yang sejuk.

Rumah saya terletak di Ploso, Jombang. Sebuah kabupaten yang memiliki perbatasan alami, sungai Brantas. Juga, satu-satunya akses ke daerah tempat saya tinggal dari kota adalah dengan menyeberangi jembatan Brantas yang menghubungkan Jalan Raya Jombang-Ploso. Kota saya terkenal karena ada salah satu pasar tersibuk di Jombang, Pasar Ploso. Setiap pagi selalu ada kendaraan dan orang yang melakukan kegiatan jual beli di pasar. Semua jenis kebutuhan makanan ditemukan di sini. Namun, itu juga membuat perasaan dan pikiran saya menjadi berisik. Suara mesin dan asap yang ditimbulkannya menimbulkan kebisingan dan polusi udara. Itu membuat saya pusing dan stres. Meskipun itu hari Minggu, hari saya harus dapat menjernihkan pikiran saya setelah sibuk bekerja pada hari-hari sebelumnya.

Jadi, saya memutuskan untuk pertama kalinya untuk bersepeda di sepanjang tepi Sungai Brantas. Tepian ini membentuk semacam bukit tinggi dan di belakangnya adalah Sungai Brantas, sungai terbesar di Jawa Timur. Mulut sungai ini dikenal berakhir di pantai wilayah Surabaya. Yang menarik minat saya berjalan di sepanjang sungai Brantas adalah menghindari keramaian dan kebisingan di jalan.

Tidak semua gundukan ini dapat didaki karena tidak semua gundukan memiliki sungai yang landai. Ini bisa dilihat dari jalan setapak yang mengarah ke belakang gundukan yang telah dibuat oleh penduduk setempat, menunjukkan bahwa di belakang jalan itu ada ruang untuk berjalan di sepanjang tepi sungai. Perjalanan 10 menit dari rumah, saya menemukan jalan ini. Kemudian saya harus memanjat dari bawah jalan dengan sepeda.

Apa yang saya lihat di belakang gundukan ini adalah 180̊, kebalikan dari apa yang saya lihat di jalan. Pemandangannya sangat indah! Sungai yang bersih dan jernih selebar 100 meter menghubungkan desa Ploso di kabupaten Ploso dan desa Kesamben di kabupaten Sumobito. Jangan salah, meskipun sungai ini hanya memisahkan dua kota, satu-satunya akses dari kota ke kota saya hanya melalui sungai ini, seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

Tidak seperti kebanyakan sungai pada umumnya, Sungai Brantas Ploso sangat bersih dan minim karena terkontaminasi oleh limbah pabrik, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa sungai tersebut masih terkontaminasi dengan limbah lainnya. Saya bisa melihat pemandangan jembatan Brantas dari sisi ini. Saya juga bisa melihat perahu gethek, yang merupakan rakit yang digunakan oleh penduduk setempat untuk menyeberang. Ah ya, sebenarnya, selain melintasi jembatan, kita juga bisa menggunakan Gethek untuk menyeberangi jembatan dengan tarif Rp. 3.000 Gethek adalah properti pribadi yang dipasarkan oleh pemiliknya. Saya sering menggunakan fasilitas ini ketika jembatan terhambat karena semakin macetnya lalu lintas. Selain itu, truk-truk besar lewat membawa pasir sungai.

Jujur, seumur hidup, hanya pada usia 19 tahun aku bisa menyaksikan keindahan Sungai Brantas dari dekat. Sebelumnya, dia melewatinya setiap hari, tetapi itu dari jembatan. Hanya saja kali ini aku turun dan merasakan kesegaran air secara langsung. Tidak banyak orang tahu tempat untuk bersantai di tepi sungai Brantas. Bahkan, tetangga saya hanya tahu bahwa tempat itu digunakan oleh nelayan mencari ikan di sungai. Sebenarnya, jika saya bermaksud menjadikan daerah ini tempat untuk bepergian, saya akan mengadakan piknik keluarga di bawah pohon dengan hamparan indah Sungai Brantas. Namun, semuanya dibatasi oleh waktu dan keramaian.

Saya membuat dokumen ini sehingga orang-orang sadar bahwa bepergian dapat dilakukan dengan mudah. Dan kesederhanaan itu sebenarnya ada di sekitar Anda sering tanpa sepengetahuan Anda. Kebanyakan orang memilih tujuan wisata pantai dan gunung untuk menghilangkan kepenatan yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk bepergian, tetapi mereka lupa bahwa ada tempat-tempat sederhana di daerah mereka yang pantas untuk dinikmati karena kecantikan mereka.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*